Analisis Kerusakan Ekosistem Mangrove Akibat Alih Fungsi Lahan Di Wilayah Pesisir Kota Bima

Authors

  • Raodatul Putri Universitas Mataram, Mataram, Indonesia Author

Keywords:

Mangrove, Alih fungsi lahan

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, termasuk sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon, tempat pemijahan biota laut, serta penyedia sumber daya bagi masyarakat sekitar. Namun, tekanan akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman, tambak, dan infrastruktur lainnya menyebabkan kerusakan signifikan pada hutan mangrove, termasuk di wilayah pesisir Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan ekosistem mangrove yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan serta mengidentifikasi perubahan tutupan mangrove dalam dua dekade terakhir. Metode yang digunakan meliputi analisis citra satelit Landsat dan Sentinel-2, digitasi tutupan lahan secara multitemporal (tahun 2000, 2010, dan 2023), serta observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil menunjukkan bahwa luas tutupan mangrove di pesisir Kota Bima mengalami penurunan drastis, dari 248,3 hektar pada tahun 2000 menjadi hanya 101,6 hektar pada tahun 2023. Alih fungsi lahan menjadi tambak dan pemukiman merupakan penyebab utama degradasi. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan perlindungan mangrove dan peran masyarakat dalam pengelolaan ekosistem secara berkelanjuta

Downloads

Published

2026-04-30