Dinamika Arus Dan Sedimentasi Di Estuari Sungai Meninting Dan Implikasinya Terhadap Ekosistem Laut
Keywords:
Estuari, Arus pasang surut, Sedimentasi, Ekosistem lautAbstract
Estuari Sungai Meninting merupakan wilayah transisi penting antara ekosistem sungai dan laut di bagian barat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini mengalami tekanan yang tinggi akibat perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai (DAS), aktivitas pembangunan pesisir, dan peningkatan sedimentasi yang berpengaruh terhadap kualitas ekosistem laut di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika arus dan sedimentasi di estuari Sungai Meninting serta menganalisis implikasinya terhadap ekosistem laut. Metode yang digunakan meliputi pengukuran arus permukaan menggunakan current meter, analisis sedimen dasar, serta pemetaan distribusi sebaran sedimen melalui citra satelit dan drone. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan arus di muara berkisar antara 0,12 hingga 0,68 m/s dengan pola dominan dipengaruhi oleh pasang surut dan debit sungai musiman. Laju sedimentasi mencapai 0,46 cm/hari pada musim hujan dan membentuk zona akumulasi yang signifikan di area transisi estuari-laut. Peningkatan sedimentasi menyebabkan kekeruhan air meningkat, berdampak negatif terhadap ekosistem lamun dan terumbu karang di perairan dekat pantai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika arus dan sedimentasi yang tidak terkendali dapat mempercepat degradasi ekosistem laut dan pentingnya pengelolaan terpadu DAS dan kawasan estuari secara berkelanjutan



