Analisis Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kalangan Dewasa Muda: Studi Kasus di Wilayah Perkotaan Indonesia

Authors

  • Dian Arsanti Palupi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama, Kudus, Indonesia Author

Keywords:

Penyakit tidak menular, Dewasa muda, Gaya hidup, Faktor risiko

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Kelompok usia dewasa muda (18–35 tahun) menunjukkan tren peningkatan prevalensi PTM, khususnya di wilayah perkotaan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko gaya hidup (merokok, konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol) dengan kejadian PTM pada dewasa muda di lingkungan urban. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan melibatkan 420 responden usia 18–35 tahun yang tinggal di Jakarta dan Surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan klinis dasar (tekanan darah, kadar glukosa, indeks massa tubuh). Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil Penelitian Merokok aktif (OR=2,11; CI 95%: 1,43–3,12), konsumsi makanan cepat saji ≥3 kali/minggu (OR=1,87; CI 95%: 1,23–2,85), serta kurang aktivitas fisik (OR=2,45; CI 95%: 1,63–3,68) berhubungan signifikan dengan kejadian PTM. Gaya hidup tidak sehat memiliki hubungan yang kuat terhadap kejadian PTM pada dewasa muda di perkotaan. Intervensi promotif dan preventif berbasis komunitas sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian PTM sejak usia muda

Downloads

Published

2026-04-30